https://tematik.unisi.ac.id/index.php/jmpr/issue/feed JURNAL MAHASISWA PERTANIAN 2025-06-24T05:50:16+00:00 Muh. Rasyid Ridha, S.SI., M.Kom [email protected] Open Journal Systems <p data-start="190" data-end="641">JURNAL MAHASISWA PERTANIAN [E-ISSN. 3109-1008] adalah jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil-hasil penelitian, kajian konseptual, dan inovasi terapan di bidang pertanian dan teknologi agro. Fokus jurnal ini mencakup berbagai topik yang berkaitan dengan inovasi dalam produksi pertanian, teknologi pertanian presisi, agribisnis, pengelolaan sumber daya alam, agroindustri, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung ketahanan pangan dan keberlanjutan sistem pertanian. Diterbitkan secara berkala 3 Kali setahun (April, Agustus, dan Desember) oleh Universitas Islam indragiri, JURNAL MAHASISWA PERTANIAN bertujuan menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk menyebarluaskan temuan dan gagasan ilmiah yang berkontribusi pada pengembangan sektor pertanian yang berkelanjutan dan berbasis inovasi. Jurnal ini menerima artikel dalam bahasa Indonesia dan/atau bahasa Inggris, dan telah melalui proses peer-review untuk menjamin kualitas dan integritas ilmiah setiap naskah yang diterbitkan.</p> https://tematik.unisi.ac.id/index.php/jmpr/article/view/221 PERAN KELOMPOK TANI SEJAHTERA DALAM PENINGKATAN PENGETAHUAN PETANI HORTIKULTURA DI DESA RANTAU MAPESAI KECAMATAN RENGAT KABUPATEN INDRAGIRI HULU PROVINSI RIAU 2024-07-22T11:50:49+00:00 Fatkhurrizal [email protected] <p>Sektor Pertanian adalah salah satu sektor utama yang menjadi penopang kehidupan masyarakat di pedesaan. Di Indonesia, sebagian besar penduduknya bergantung pada sektor pertanian untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Keberadaan kelompok tani memiliki peran penting dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kelompok tani Sejahtera dalam meningkatkan pengetahuan petani hortikultura di Desa Rantau Mapesai, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok tani Sejahtera berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan petani hortikultura melalui berbagai kegiatan, seperti penyediaan sarana produksi, pemasaran, dan pengolahan hasil pertanian. Selain itu, kelompok tani juga berperan dalam memfasilitasi akses petani terhadap informasi dan teknologi pertanian. Melalui peran tersebut, kelompok tani Sejahtera telah berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani hortikultura di Desa Rantau Mapesai. Penyuluh pertanian berperan mengidentifikasi kelompok sosial masyarakat dan mendorong terbentuknya kelembagaan petani yang mampu membangun sinergi antar petani dan antar kelompok tani untuk mencapai efisiensi usaha dan produktivitas yang lebih baik.</p> 2025-04-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 JURNAL MAHASISWA PERTANIAN https://tematik.unisi.ac.id/index.php/jmpr/article/view/445 UPAYA PENINGKATAN POPULASI SAPI MELALUI INSEMINASI BUATAN (IB) KECAMATAN LUBUK BATU JAYA KABUPATEN INDRAGIRI HULU 2025-06-24T05:35:58+00:00 Gunawan [email protected] <p>Kegiatan kerja profesi bertujuan untuk memberikan bekal agar memilik kompetensi Penyuluhan Pertanian yang professional meliputi aspek :Tujuan utama yaitu untuk memperluas wawasan serta pengetahuan dalam dunia kerja. Untuk memperluas wawasan serta pengetahuan dan keterampilan penulis dalam teknis Peningkatan Populasi Sapi Melalui Inseminasi Buatan (IB) Kecamatan Lubuk Batu Jaya Kabupaten Indragiri Hulu. Adapun metode yang dilaksanakan peserta kuliah kerja profesi adalah : Peserta kuliah kerja profesi diberi tanggung jawab sebagai karyawan biasa selama 40 hari dan Peserta kuliah kerja profesi menerima tugas dari pimpinan seperti halnya pegawai pada umumnya dibawah pengawasan koordinator. Metode pelaksanaan pada kegiatan KKP ini yaitu Praktek Kerja, Wawancara dan Observasi serta Dokumentasi. Jenis data yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu: Data kualitatif dan Data Kuantitatif, Sumber data yang digunakan dalam magang ini yaitu: Sumber data primer dan &nbsp;Sumber data sekunder, Kesimpulan yang dapat diambil dari kegiatan kerja profesi yang dilakukan mahasiswa ini bahwa Inseminasi buatan merupakan bioteknologi reproduksi mutakhir yang dapat digunakan untuk meningkatkan populasi dan mutu genetik sapi Bali yang disinyalir mengalami penurunan akhir-akhir ini, karena mani pejantan yang diseleksi, setelah diolah dalam bentuk mani beku (“straw”) dapat dimanfaatkan jauh lebih banyak dan lebih cepat, sehingga gen-gen dari pejantan hasil seleksi akan menyebar lebih banyak dan lebih cepat daripada menggunakan cara kawin alam. Keberhasilannya tergantung kepada semua pihak yang berkepentingan baik pemerintah, maupun masyarakat luas.</p> 2025-04-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 JURNAL MAHASISWA PERTANIAN https://tematik.unisi.ac.id/index.php/jmpr/article/view/446 PERAN KELOMPOK WANITA TANI DALAM PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA MELALUI PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN DENGAN PENDEKATAN EKONOMI HIJAU 2025-06-24T05:37:59+00:00 Adikarno Wibowo [email protected] <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran serta Wanita dalam meningkatkan ekonomi keluarga dengan memanfaatkan lahan pekarangan dengan konsep green economy. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif dengan menggunakan alat analisis kepustakaan atau studi library research. Studi library research adalah cara yang dipakai oleh peniliti untuk megumpulkan data atau mencari tahu sumber yang berhubungan dengan topik ini yang bisa didapatkan dari berbagai sumber seperti jurnal, buku, internet, dan sumber lainnya. Data diperoleh dengan menelusuri sumber kepustakaan. Hasil dalam penelitian ini ialah peran Wanita berpengaruh penting dalam meningkatkan ekonomi keluarga. Dengan adanya program pemerintah yaitu kelompok Wanita tani yang dapat mengelola lahan pekarang yang tidak produktif menjadi produktif. Dengan cara membudidayakan tanaman hidroponik yang membantu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan, juga untuk memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas lingkungan hidup.</p> 2025-04-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 JURNAL MAHASISWA PERTANIAN https://tematik.unisi.ac.id/index.php/jmpr/article/view/447 PERAN BALAI PENYULUHAN PERTANIAN DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN DI KECAMATAN KEMPAS KABUPATEN INDRAGIRI HILIR 2025-06-24T05:40:15+00:00 Eko Pirmanto [email protected] <p>Kelembagaan penyuluhan pertanian memiliki peran penting dalam pemberdayaan masyarakat terutama bagi petani. Dalam hal ini kelembagaan yang bersentuhan lansung dengan masyarakat desa&nbsp; adalah Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang melakukan penyuluhan. Untuk melihat peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Kecamatan Kempas terdapat pada tugas pokok dan fungsinya di dalam UU No. 16 Tahun 2006 Tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan, yaitu : Menyusun programa penyuluhan pada tingkat kecamatan; melaksanakan penyuluhan berdasarkan programa penyuluhan; menyediakan dan menyebarkan informasi teknlogi, sarana produksi, pembiayaan, dan pasar; memfasilitasi pengembangan kelembagaan dan kemitraan pelaku utama dengan pelaku usaha; memfasilitasi peningkatan kapasitas penyuluh; melaksanakan proses pembelajaran melalui percontohan dan pengembangan model usaha. Selain itu peran penyuluhan pertanian juga dilihat dari peran penyuluh pertanian selaku pelaksana atau fasilitator penyuluhan di BPP Kempas yakni : Sebagai pendidik; sebagai pemimpin; dan sebagai penasehat. Disamping itu terdapat faktor pendorong dan penghambat peran BPP dan Penyuluh pertanian BPP dalam melaksanakan penyuluhan pemberdayaan petani di Kecamatan Kempas. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian terdiri atas Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kempas, Penyuluh Swadaya Kecamatan Kempas, Ketua Kelompok Tani, dan Anggota kelompok tani. Penarikan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data penelitian dengan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi,Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa BPP Kecamatan Kempas telah melaksanakan perannya dalam melakukan penyuluhan pertanian kepada kelompok tani dengan baik, akan tetapi masih belum optimal karena masih rendahnya adopsi perbaikan teknis bertani dan usahatani yang diberikan kepada petani, serta sikap keterbukaan dan kesediaan petani dalam pemberdayaan kelompok tani.Selain itu peran BPP dan Penyuluh pertanian mengalami hambatan dalam kegiatan penyuluhan pertanian.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p>&nbsp;</p> 2025-04-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 JURNAL MAHASISWA PERTANIAN https://tematik.unisi.ac.id/index.php/jmpr/article/view/448 PERAN PENYULUHAN DALAM VAKSINASI PMK PADA TERNAK SAPI (STUDI KASUS DI KELOMPOK TANI SEJAHTERA KECAMATAN BATANG CENAKU, KABUPATEN INDRAGIRI HULU) 2025-06-24T05:42:58+00:00 Fuad Udiono [email protected] <p>Penyuluhan tentang vaksinasi PMK dianggap sangat penting, mengingat bahwa PMK ini merupakan penyakit virus yang sangat ganas dan sangat mudah menular, strategi utama yang harus dilakukan adalah melalui pencegahan dengan vaksinasi yang intensif, dan menyasar seluruh ternak ruminansia rentan target. vaksinasi PMK ini juga memiliki tujuan yang di antaranya adalah pembatasan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku pada ternak, melindungi kelompok hewan dengan nilai tinggi, dan mengurangi dampak ekonomi akibat penyebaran PMK. Peran penyuluhan pertanian terhadap kegiatan vaksinasi PMK ini sangat menentukan keberhasilan dari program vaksinasi tersebut, selain meningkatkan kesadaran peternak akan pentingnya vaksinasi ini penyuluhan pertanian juga mampu mengidentivikasi jumlah dan keberadaan ternak sapi yang ada di Kecamatan Batang cenaku melalui sosialisasi dan komunikasi terhadap peternak. Dalam kegiatan ini melalui penyuluhan dan program vaksinasi dari pemerintah, sejumlah 8.120 ekor sapi berhasil di vaksinasi sepanjang tahun 2022-2024 di Kecamatan Batang Cenaku, jumlah ini dianggap suatu keberhasilan mengingat ancaman dan resiko yang dapat di timbulkan dari penyakit PMK.</p> <p>&nbsp;</p> 2025-04-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 JURNAL MAHASISWA PERTANIAN https://tematik.unisi.ac.id/index.php/jmpr/article/view/449 STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PADI SAWAH DI DESA TELUK SEJUAH KECAMATAN KELAYANG KABUPATEN INDRAGIRI HULU PROVINSI RIAU 2025-06-24T05:45:02+00:00 Hardiman Syah [email protected] <p>Permasalahan yang dihadapi usaha tani padi sawah di Desa Teluk Sejuah adalah kurangnya modal usaha,rendahnya pengetahuan dan keterampilan petani, kurangnya pemanfaatan teknologi pertanian sehingga produksi padi sawah yang optimal tidak tercapai. Disamping itu pengelolaan lahan secara maksimal masih sangat rendah, hal ini terkait dengan cara pengelolaan yang masih kurang intensif dan bersifat tradisional yang berakibat pada tingkat efisiensi pengusahaan belum pada kondisi yang efisien secara ekonomi. Tujuan penelitian ini antara lain: (1) Untuk menganalisis karakteristik petani dan gambaran usaha tani padi sawah di Desa Teluk Sejuah Kecamatan Kelayang Kabupaten Indragiri hulu Provinsi Riau, (2) Untuk menjelaskan strategi dalam pengembangan usaha tani padi sawah di Desa Teluk Sejuah Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Jumlah sampel petani yang diambil adalah 34 petani padi sawah dipilih menggunakan&nbsp; <em>simple random sampling</em>. Berdasarkan hasil penelitian (1) Karakteristik petani padi sawah umum nya berusia produktif yaitu 41-45 tahun,tingkat pendidikan 6 tahun dan pengalaman berusaha tani rata-rata 22-28 tahun.selanjutnya jumlah tanggungan keluarga rata-rata 3-4 jiwa dan profil usaha pertanian masih tradisional dan modal usaha dibiayai sendiri. (2) Dalam analisis SWOT koordinat untuk mengidentifikasi berbagai faktor dan merumuskan strategi berdasarkan data faktor eksternal dan internal yang diperoleh terletak pada kuadran 1 yaitu strategi SO (<em>Strenght dan Opportunities)</em>. Hal ini merupakan nilai yang sangat positif karena terdapat kekuatan dan peluang tidak hanya bagi pemangku industri pertanian, namun juga bagi penyuluh dan pemerintah Desa Teluk Sejuah. Oleh karena itu, petani yang memiliki kekuatan dapat memanfaatkan peluang yang ada untuk menghasilkan pendapatan dari usaha tani yang dilakukan.</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> 2025-04-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 JURNAL MAHASISWA PERTANIAN https://tematik.unisi.ac.id/index.php/jmpr/article/view/450 PERAN PENYULUH PERTANIAN TERHADAP PELAKSANAAN PASCA PANEN JAGUNG (SETUDI KASUS DI KELOMPOK TANI JAYA TANI DESA PENYAGUAN KECAMATAN BATANG GANSAL KABUPATEN INDRAGIRI HULU) 2025-06-24T05:47:05+00:00 Puji Haryadi [email protected] <p>Kegiatan penyuluhan adalah mengubah sikap dan perilaku masyarakat pertanian agar mereka tahu dan mau menerapkan informasi anjuran yang dibawa dan disampaikan oleh penyuluh pertanian, namun kenyataannya masih banyak dijumpai di dalam masyarakat bahwa kegiatam penyuluhan pertanian masih dianggap kurang berhasil bahkan di beberapa tempat malah tidak berjalan sebagaiman mestinya. Penanganan pasca panen Jagung ini sangat penting dilaksanakan guna untuk mengusahakan agar produk tidak mengalami susut, baik itu susut mutu dan susut bobot, sehingga kualitas jagung yang dihasikan oleh petani mendapatkan harga yang baik. Kegiatan ini merupakan tugas pokok dari penyuluh pertanian menjamin terlaksananya pasca panen ditingkat petani melalui pendampingan, menyuluhan tentang pasca panen yang baik dan benar.</p> <p>&nbsp;</p> 2025-04-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 JURNAL MAHASISWA PERTANIAN https://tematik.unisi.ac.id/index.php/jmpr/article/view/451 PERAN PENYULUHAN DALAM PERSEMAIAN BAWANG (STUDI KASUS DI KELOMPOK TANI KARYA TUJUH KELURAHAN PANGKALAN KASAI KECAMATAN SEBERIDA KABUPATEN INDRAGIRI HULU) 2025-06-24T05:48:42+00:00 Puji Lestari [email protected] <p>Persemaian bawang merah sangat menentukan keberhasilan budidaya bawang merah dari biji, awal sukses budidaya bawang merah dari biji adalah tersedianya bibit berkualitas oleh karenanya diperlukan technology dan pengetahuan khusus, mengingat persemaian bawang merah tidak berbeda dengan persemaian sayuran lainnya hanya persemaian di bawang merah merupakan hal baru di kelompok tani karya tujuh, disinilah diperlukannya peran penyuluh pertanian dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pelaksanaan persemaian bwang merah. Berdasarkan perhitungan dengan <em>rating score </em>diperoleh hasil yaitu sebesar 57,33% yang artinya bahwa tingkat adopsi responden mengenai penyuluhan Budidaya Bawang Merah dengan Biji/Benih Varitas Unggul &nbsp;sebesar 57,33%. Dari angka tersebut diketahui bahwa prosentase tingkat adopsi petani di Kelurahan Pangkalan Kasai mengenai Budidaya Bawang Merah dengan Biji/Benih Varitas Unggul masih tergolong sedang, yakni sudah menerapkan tetapi tidak sesuai rekomendasi.</p> 2025-04-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 JURNAL MAHASISWA PERTANIAN https://tematik.unisi.ac.id/index.php/jmpr/article/view/222 PERAN PENYULUH TERHADAP PENINGKATAN KELAS KEMAMPUAN KELOMPOK TANI (KASUS DI DESA KELAWAT, KECAMATAN SUNGAI LALA, KABUPATEN INDRAGIRI HULU) 2024-07-22T11:52:57+00:00 Fredinanto [email protected] <p>One of the efforts to improve farmers' welfare is through their human resources. So it is necessary to support Field Agricultural Extension (PPL) to farmer groups as a forum to develop farmers' skills and knowledge related to the latest information, innovation and technology. This can be seen from the ability class of farmer groups which are divided into four namely: 1) beginner class, 2) advanced class, 3) middle class, and 4) main class. Therefore, this study aims to identify the role of extension workers and their relationship to the improvement of farmer group class. The research was conducted in the Maju Bersama and Dewi Sri farmer groups located in Kelawat Village. The number of samples used as many as 75 respondents with sampling techniques using non-probability and probability. The research data used were primary and secondary data obtained by means of interviews and documentation. While the data analysis used is descriptive statistical analysis, scoring analysis, and Spearman Rank correlation test analysis using SPSS software and Ms. Excel. The results obtained from this study are the role of the instructor as a facilitator, innovator, motivator, dynamist, and educator. The relationship between the role of the extension worker and the increase in farmer group class showed that the two variables were very strongly related, with the role that had a strong relationship being the role of innovator, dynamist, and educator. Meanwhile, the roles as facilitators and motivators have moderate relationship strength. However, the increase in the group's class is still very slow. This is due to extension workers who do not conduct assessments in accordance with the conditions in the field and the group administration is still not good.</p> 2025-04-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 JURNAL MAHASISWA PERTANIAN https://tematik.unisi.ac.id/index.php/jmpr/article/view/452 PERAN PENYULUH DALAM PENERAPAN SISTEM AGRIBISNIS TERHADAP PENGOLAHAN CEKER REMES (STUDI KASUS DI KELOMPOK WANITA TANI TEMU LAWAK BERSEMI II DESA KERUBUNG JAYA KECAMATAN BATANG CENAKU) 2025-06-24T05:50:16+00:00 Setiyono [email protected] <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penyuluh dalam penerapan sistem agribisnis pada pengolahan ceker remes. Penyuluh pertanian berperan pentig dalam memberikan informasi, serta bimbingan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produk. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap sejumlah penyuluh dan pelaku usaha pengolahan ceker remes di KWT Temu Lawak Bersemi II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh memiliki peran strategis dalam mendampingi dan memberikan inovasi teknologi pengolahan yang lebih efisien, memastikan keberlanjutan pasokan bahan baku, dan membantu dalam pemasaran produk. Selain itu penyuluh juga berperan dalam peningkatan kapasitas sumberdaya manusia melalui pendampingan managemen usaha. Implementasi sistem agribisnis yang dibantu oleh penyuluh terbukti meningkatkan nilai tambah ceker remes, sehingga berkontribusi meningkatkan pendapatan petani. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pentingnya peran aktif penyuluh dalam setiap tahap proses agribisnis.</p> 2025-04-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 JURNAL MAHASISWA PERTANIAN